DEVOPS
Pola pikir yang dibentuk oleh DevOps adalah koordinasi antar tim yang dapat dilakukan dengan cara singkat sehingga tidak membutuhkan banyak pertanyaan. Tim operation atau development cukup mengonfigurasi beberapa komponen yang dibutuhkan melalui prosedur yang dibuat.
Tentunya koordinasi yang diterapkan pada DevOps membutuhkan sebuah tools. Banyak tools yang bisa kamu gunakan, salah satunya adalah Source Code Management (SCM) yang biasa digunakan secara umum oleh tim development. Produk SCM yang paling terkenal adalah Git, ditemani oleh Source Code Repository (SCR) seperti GitHu, GitLab, Bitbucket, atau yang lainnya. Namun SCM saja tak cukup untuk mengomunikasikan antara tim development dengan tim operational.
Mengapa DevOps dibutuhkan dalam proses pengembangan software?
Setelah Anda memahami apa itu DevOps, mungkin Anda akan bertanya-tanya apa fungsi DevOps ini. Perlu Anda tahu, dalam proses pengembangan produk, klien biasanya menginginkan agar proses delivery produk dapat dilakukan dengan cepat. Klien juga berharap agar produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik serta mampu bekerja dengan stabil.
Bagaimana Cara DevOps Bekerja?
Pipeline DevOps adalah sekumpulan proses yang memungkinkan tim developer dan tim IT operations dapat bekerja sama untuk membangun dan menerapkan kode ke production environment. Meskipun setiap perusahaan yang menjalankan model DevOps ini dapat bekerja dengan proses yang berbeda-beda, namun secara garis besar mereka akan mengikuti fase DevOps pipeline berikut:
1. Plan
Fase ini melibatkan perencanaan untuk seluruh alur kerja yang dibutuhkan sebelum tim pengembang mulai menulis kode. Dalam tahap ini, manajer produk dan manajer proyek akan memainkan peran penting. Mereka akan bekerjasama untuk mengumpulkan requirements dan feedback dari klien ataupun stakeholders. Informasi tersebut kemudian akan dikumpulkan untuk membangun roadmap produk untuk memandu proses pengembangan yang akan dilakukan.
2. Code
Setelah rencana dibuat, tim developer dapat mulai menulis kode yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk. Tim developer biasanya akan menggunakan seperangkat plugin standar yang dipasang di lingkungan pengembangan mereka untuk membantu proses pengembangan, membantu menerapkan gaya kode yang konsisten, serta menghindari kelemahan keamanan umum dan anti-pattern.
3. Build
Setelah tim developer selesai menulis kode yang dibutuhkan, mereka akan memasukan kode tersebut ke dalam shared code repository. Developer akan mengirimkan pull request, setelah developer yang lain akan mereview perubahan yang telah dilakukan. Jika kode tidak memiliki masalah, maka developer tersebut akan menyetujui pull request yang telah dikirim sebelumnya.
4. Test
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian. Jika ada masalah yang ditemukan pada fase ini, maka masalah tersebut akan dikirim kembali ke tim developer untuk diselesaikan.
5. Release
Fase release menjadi tonggak penting dalam DevOps pipeline. Pada tahap ini, setiap perubahan kode telah melewati serangkaian pengujian dan tim IT operations telah memastikan bahwa masalah yang merusak dan regresi sudah teratasi dengan baik.
6. Deploy
Tahap selanjutnya adalah deployment. Setelah production environment dibuat dan dikonfigurasi maka versi terakhir dari pengembangan yang telah dilakukan akan diterapkan.
7. Monitor
Pada tahap terakhir ini, tim IT operations akan terus bekerja keras untuk memantau infrastruktur, sistem, dan aplikasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk atau aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan lancar. Mereka juga mengumpulkan data-data penting dari log, analitik, sistem monitoring, serta melihat feedback dari pengguna untuk mengetahui jika ada masalah pada kinerja aplikasi.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, Anda dapat lebih memahami apa itu DevOps. Pada dasarnya DevOps adalah strategi untuk pengembangan software yang mendorong kerjasama yang erat antara tim software developer dengan dan tim IT operations. Dengan cara ini, perusahaan dapat menyelaraskan orang-orang, proses, dan alat yang digunakan dalam pengembangan software untuk mencapai kepuasan pelanggan, untuk artikel saya kali ini saya ucapkan terimakasih
Komentar
Posting Komentar