Agama Didalam Masyarakat Indonesia

implementasi pendidikan agama Islam di keluarga

kepada anak-anak  memiliki kriteria  yang sangat  kuat. Hal ini  digambarkan bahwa  apabila 

kurang komunikasi antara orang tua dengan anak dalam hal  pembiasaan sholat lima waktu

misalnya, orang tua tidak pernah menanyakan dan mengingatkan maka tidak akan atau sulit

untuk  terjadinya  implementasi  pendidikan  agama  Islam  dalam  keluarga  tersebut.  Sejalan

dengan pendapat Hurlock (2000: 204) bahwa pola asuh permisif terlihat pada orang tua yang

membiarkan anak berbuat sesuka hati dengan sedikit kekangan, kontrol yang sangat longgar

terhadap anak, hukuman dan hadiah tidak  pernah di berikan, semua keputusan  di serahkan

kepada anak, orang tua bersikap masa bodoh dan pendidikan bersifat bebas. 

Dalam perspektif pendidikan, terdapat tiga lembaga utama yang sangat berpengaruh

dalam  perkembangan  kepribadian  seorang  anak  yaitu  lingkungan  keluarga,  lingkungan

sekolah  dan  lingkungan  masyarakat,  yang  selanjutnya  dikenal  dengan  istilah  Tripusat

Pendidikan. Dalam ¬ GBHN (Tap. MPR No.  IV/MPR/1978) ditegaskan bahwa pendidikan

berlangsung seumur hidup  dan dilaksanakan  dalam lingkungan rumah  tangga, sekolah  dan

masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga,

masyarakat dan pemerintah (Darajat, 1995). 

Lembaga keluarga merupakan tempat pertama untuk anak menerima pendidikan dan

pembinaan. Meskipun diakui bahwa sekolah mengkhususkan diri untuk kegiatan pendidikan,

namun  sekolah  tidak  mulai  dari  “ruang  hampa”(NoerAly,  1999).  Urgensi  penerapan

pendidikan agama terhadap anak  dalam keluarga  pendidikan  agama merupakan  pendidikan

dasar yang harus diberikan kepada anak sejak dini ketika masih muda. Hal tersebut mengingat

bahwa pribadi anak pada usia kanak-kanak masih muda untuk dibentuk dan anak didik masih

banyak berada di bawah pengaruh lingkungan rumah tangga. Mengingat arti strategis lembaga

keluarga  tersebut,  maka  pendidikan  agama  yang  merupakan  pendidikan  dasar  itu  harus

dimulai dari rumah tangga oleh orang tua. Pendidikan agama dan spiritual termasuk bidang-

bidang  pendidikan  yang  harus  mendapat  perhatian  penuh  oleh  keluarga  terhadap  anak-

anaknya. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan

spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak. Demikian pula, memberikan kepada

anak bekal  pengetahuan agama  dan nilai-nilai  budaya Islam  yang sesuai  dengan umurnya

sehingga dapat menolongnya kepada pengembangan sikap agama yang betul. Inti pendidikan

agama  sesungguhnya  adalah  penanaman  iman  kedalam  jiwa  anak  didik,  dan  untuk

pelaksanaan hal itu secara maksimal hanya dapat dilaksanakan dalam rumah tangga. 

Nasution (1995) menyebutkan bahwa pendidikan agama, dalam arti pendidikan dasar

dan konsep Islam adalah pendidikan moral. Pendidikan budi pekerti luhur yang berdasarkan

Dwi Anita Alfiani, Maman Rusman, Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga...

 

agama inilah yang harus dimulai oleh ibu-bapak di lingkungan rumah tangga. Disinilah harus

dimulai pembinaan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam diri anak didik. Lingkungan rumah

tanggalah yang dapat membina pendidikan ini, karena anak yang berusia muda dan kecil itu

lebih banyak berada di lingkungan rumah tangga daripada di luar .Tugas lingkungan rumah

dalam hal pendidikan moral itu penting sekali, bukan hanya karena usia kecil dan muda anak

didik serta besarnya  pengaruh  rumah tangga,  tetapi karena  pendidikan  moral dalam  sistem

pendidikan kita pada umumnya belum mendapatkan tempat yang sewajarnya.


Pendapat :

Agama di dalam keluarga merupakan suatu hal yang sangat penting, maka dari itu, sebagai orang tua, wajib mengajari anaknya tentang ajaran agama yang mereka miliki, terlebih agama akan membawa sikap yang baik bagi siapa yang mempelajarinya, di dalam masyarakat, agama terkadang diajarkan beramai ramai, Jika beragama islam, mungkin anda akan mengenal istilah mengaji bersama yang biasanya di pimpin oleh ustad dari masjid tersebut, dan tanpa di pungut biaya. menurut saya, itu adalah sebuah hal yang baik, mengenal orang tua kita yang terkadang tidak memiliki waktu luang untuk mengajari kita.

  

Komentar

Postingan Populer